BINAURAL BEAT
GELOMBANG OTAK
Otak kita terdiri dari milyaran neuron yang saling berhubungan satu
sama lain. Kombinasi dari berjuta-juta neuron ini menghasilakan
aktivitas elektrik yang sangat besar didalam otak, yang dapat
didekteksi dengan menggunakan peralatan kedokteran yang sangat sensitip
( seperti EEG). Aktivitas elektrik hasil dari kombinasi neuron ini
disebut dengan pola gelombang otak.
Pola gelombang otak akan berubah sesuai dengan apa yang dilakukan
oleh orang tersebut, sebagai contoh pola gelombang otak orang yang
sedang tidur sangat berbeda dengan pola gelombang otak orang yang
sedang terjaga.
Frekwensi gelombang otak diukur dalam satuan Hertz (Hz) atau perputaran
per detik (cps). Berdasarkan penelitian yang dilakukan para ahli ada 4
pola gelombang otak manusia dimana setiap polanya membentuk kondisi
mental yang berbeda. Gelombang otak tersebut antara lain:
Beta adalah gelombang otak yang
frekuensinya paling tinggi (beta rendah 12-15 Hz, beta 16-20 Hz, dan
beta tinggi 21-40 Hz) yang dihasilkan dari proses berpikir secara sadar.
Kita menggunakan beta untuk berpikir, berinteraksi, dan menjalani kehidupan sehari-hari.
Alfa adalah jenis gelombang yang frekuensinya sedikit lebih lambat dibandingkan beta, yaitu 8-12 Hz.
Alfa berhubungan dengan kondisi pikiran yang rileks dan santai. Dalam
kondisi alfa, pikiran dapat melihat gambaran mental secara sangat jelas
dan dapat merasakan sensasi dengan lima indra dan apa yang terjadi atau
dilihat semuanya hanya dalam pikiran. Alfa adalah pintu gerbang bawah
sadar.
Pada tahun 60-an dan 70-an, alfa sangat popular dan diklaim sebagai
gelombang otak paling penting, yang merupakan kunci untuk mencapai
kesadaran yang lebih tinggi. Seiring dengan penelitian menggunakan alat
lebih canggih micro technology modern oleh banyak pakar terkemuka bahwa
alfa bukanlah gelombang terpenting. Manfaat alfa yang utama adalah
sebagai jembatan penghubung antara pikiran sadar dengan bawah sadar.
Alfa memungkinkan kita untuk menyadari keberadaan mimpi dan keadaan
meditasi terdalam yang kita capai. Tanpa alfa, kita tidak dapat
mengingat saat terbangun dari mimpi dan meditasi yang sangat dalam atau
selesai bermeditasi.
Theta adalah gelombang otak pada frekuensi 4-8 Hz,
yang dihasilkan oleh pikiran bawah sadar, muncul saat kita bermimpi.
Jadi gelombang inilah yang membaca rekaman alam bawah sadar kita. Bawah
sadar juga merekam materi yang berasal dari kreativitas yang ditekan
atau tidak diberi kesempatan untuk muncul ke permukaan dan materi
psikologis yang ditekan. Meski kita dapat masuk ke theta dan membaca
rekaman bawah sadar, bila tidak dibantu oleh gelombang alfa dan beta,
semua data tidak dapat dikenali oleh pikiran sadar. Jadi semua data
yang berhubungan emosi, baik itu emosi positif maupun negative,
tersimpan dalam pikiran bawah sadar. Emosi-emosi negative yang tidak
teratasi dengan baik, setelah masuk ke pikiran bawah sadar, akhirnya
menjadi beban psikologis yang menghambat kemajuan diri seseorang.
Bila kita berhasil masuk ke kondisi theta, ktia akan megnalami
kondisi meditative yang sangat dalam. Semua pengalaman meditative yang
selama ini dicari oleh orang yang melakukan praktik meditasi, misalnya
keheningan, ketenangan, kedalaman, dan puncak kebahagiaan, dirasakan di
dalam theta. Theta adalah “puncak” di dalam “pengalaman puncak” serta
merasakan sensasi “ah-ha”. Saat kita ingin mengobati dan menyembuhkan
tubuh atau pikiran, kita harus masuk ke theta agar dapat mencapai hasil
maksimal.
Delta adalah gelombang otak yang paling lambat,
pada kisaran frekuensi 0,1-4 Hz, dan merupakan frekuensi dan pikiran
nirsadar. Pada saat kita tidur lelap, otak hanya menghasilkan gelombang
delta agar kita dapat istirahat dan memulihkan kondisi fisik. Pada
orang tertentu, saat dating kondisi sadar, delta dapat muncul bersamaa
dengan gelombang lainnya. Dalam keadaan itu, delta bertindak sebagai
“radar” yang mendasari kerja intuisi, empati, dan tindakan yang
bersifat insting. Delta juga memberikan kebijakan-kebijakan dengan
level kesadaran psikis yang sangat dalam.
Gelombang delta sering tampak dalam diri orang yang profesinya
bertujuan mengarahkan kita dalam hal waktu dan ruang. Delta berfungsi
sebagai system peringatan dini untuk merasakan adanya ancaman atau
bahaya.
Delta memungkinkan kita untuk “melihat” informasi yang tidak dapat
ditangkap oleh pikiran sadar. Dari sudut pandang negative, delta juga
dapat digunakan untuk kondisi berhati-hati yang berlebihan. Sikap
hati-hati yang berlebihan, atau lebih tetap disebut dengan kepekaan,
sangat berguna “membaca” kondisi emosi lingkungan sekitarnya dan
berusaha mengendalikan kondisi ini demi keselamatan hidupnya.
Dengan menggabungkan gelombang otak tersebut dengan kesadaran kita maka akan tercipta keajaiban.
Sejarah Brainwave Entrainment
Riset selama bertahun-tahun menunjukkan bahwa gelombang otak tidak
hanya menunjukkan kondisi pikiran dan tubuh seseorang, tetapi dapat
juga distimulasi untuk mengubah kondisi mental seseorang.
Dengan mengkondisikan otak agar memproduksi atau mereduksi jenis
frekuensi gelombang otak tertentu, maka dimungkinkan untuk menghasilkan
beragam kondisi mental dan emosional.
Selama bertahun-tahun, kegunaan Terapi Gelombang Otak – proses
meningkatkan kondisi gelombang otak normal anda – telah diakui oleh
banyak ilmuwan dan praktisi medis.
Kegunaannya tidak hanya terbatas pada hal-hal berikut ini:
penyembuhan penyakit temporer, mengurangi stress, depresi, kegelisahan,
mengatasi sulit tidur, memudahkan relaksasi dan meditasi.
Saat ini nada Isochronic menjadi standar teknologi nada yang paling
efektif dalam dunia terapi gelombang otak yang sebelumnya dikuasai oleh
teknologi binaural beats sebagai teknologi nada yang paling dikenal
dalam dunia terapi gelombang otak.
Binaural beats pertama kali ditemukan pada tahun 1839 oleh ilmuwan Jerman yang bernama H.W. Dove.
Kemampuan manusia untuk “mendengar” binaural beats merupakan dampak
dari evolusi adaptasi. Banyak spesies yang berevolusi, mampu untuk
mendeteksi binaural beats karena struktur otak mereka.
Pada manusia, binaural beats dapat dideteksi ketika frekuensi
gelombang karier/pembawa berada dibawah 1000 Hz. Mengapa demikian:
panjang gelombang dibawah 1000Hz lebih panjang daripada diameter
tengkorak manusia. Oleh karena itu, panjang gelombang ini meliputi
sekeliling tengkorak dan akibatnya dapat didengarkan oleh kedua telinga.
Pada saat gelombang suara melalui tengkorak, setiap telinga
mendengar porsi yang berbeda dari gelombang tersebut. Perbedaan ini
yang memungkinkan gelombang di bawah 1000 Hz dapat terdengar.
Cara Kerja Brainwave Entrainment
Entrainment merupakan salah satu teori fisika, dimana 2
putaran/siklus saling bersinkronisasi secara natural satu dengan
lainnya dalam rangka menghasilkan kerja yang lebih efisien.
Entrainment adalah istilah yang digunakan untuk melatih belahan otak
kiri dan kanan agar dapat bekerjasama (sinkron) dengan baik. Otak
dengan tingakt kerjasama yang tinggi, umumnya akan membuat orang
melihat kehidupan dengan lebih obyektif, tanpa ketakutan dan kecemasan.
Entrainment juga terdapat dalam ilmu kimia, astronomi, kelistrikan
dan banyak lagi – tetapi dapat juga diterapkan dalam ilmu otak.
Ketika otak diberikan stimulus, melalui telinga, mata atau indera
lainnya, otak menghasilkan kejutan listrik sebagai responnya. Hal ini
disebut dengan “Cortical Evoked Response”.
Respon elektrik ini bergerak keseluruh bagian otak dan menjadi apa
yang seseorang lihat dan dengar. Ketika otak mendapatkan stimulus yang
berulang-ulang dan terus menerus, seperti nada ketukan atau kilauan
cahaya, otak merespon dengan mensinkronisasi atau entraining siklus
listriknya terhadap nada eksternal tersebut.
Hal ini biasa disebut dengan FFR atau Frequency Following Response,
dan dapat digunakan untuk mengatur pola gelombang otak seseorang.
Sehingga anda akan menikmati peningkatan dalam hal:
- Kapabilitas memori
- Kapabilitas mental
- Stamina intelektual daya pikir
- Dsb
Binaural beats dapat memberikan nada yang berbeda pada setiap
telinga. Nada-nada tersebut kemudian dikombinasikan didalam otak
menjadi ketukan/“beat”. Ketukan yang anda dengar sebenarnya berbeda
antara tiap telinganya. Sebagai contoh, jika telinga kiri anda
diberikan nada dengan frekuensi 20 hertz dan telinga kanan 30 hertz,
maka anda akan mendengar ketukan dengan frekuensi 10 hertz. Dan otak
anda akan mensinkronisasi dengan ritme tersebut.
Oleh karenanya, binaural beats memerlukan headphone untuk
mendengarkannya. Namun demikian, banyak teknologi baru dalam dunia
gelombang otak entrainment yang sedang dikembangkan, seperti misalnya
nada “Isochronic”, yang tidak memerlukan headphone dan terbukti dua
sampai tiga kali lipat lebih ampuh dibandingkan binaural beats.
“Isochronic entrainment” menggunakan nada tunggal yang jeda antar
nadanya dilakukan secara manual dalam sebuah pola tertentu. Hal ini
dapat meningkatkan efektifitas audio entrainment.
Berikut adalah tiga alasan mengapa nada Isochronic akan menggantikan
binaural beats sebagai teknik gelombang otak entrainment dimasa yang
akan datang:
- Binaural beats memerlukan headphone untuk menggunakannya. Tidak demikian dengan nada Isochronic.
- Binaural beats tidak dapat melakukan stimulasi terhadap satu sisi
otak saja (karena memerlukan kedua telinga). Binaural beats tidak
menguntungkan karena saat ini banyak protokol entrainment modern yang
digunakan di klinik, memerlukan stimulasi yang berbeda pada tiap
telinga. Hal ini berguna untuk meditasi, depresi, perawatan ADD dan
peningkatan kognitif.
- Penelitian menemukan bahwa Binaural Beats tidak se-efektif nada isochronic dikarenakan cara otak memproses nada-nada.